Jumat, 29 Mei 2026

KISI-KISI Pendidikan Pancasila Kelas 7 Semester Genap Tahun 2026

 

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Kelas/Semester: VII / Genap

Jumlah Soal: 55 Soal (50 Pilihan Ganda, 5 Uraian)

A. Materi Pokok: Kebinekaan Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika)

No

Kompetensi / Indikator Soal

Bentuk Soal

Nomor Soal

1

Siswa dapat menjelaskan sejarah dan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pilihan Ganda

1, 23

2

Siswa dapat menganalisis makna kesatuan dalam keberagaman dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pilihan Ganda

2, 3, 4, 21

3

Siswa dapat memberikan contoh penerapan sikap persatuan dalam keberagaman (suku, agama, ras, dan antargolongan) di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pilihan Ganda

5, 7, 8, 9, 22

4

Siswa dapat menjelaskan peran Bhinneka Tunggal Ika dalam mempersatukan keberagaman SARA.

Pilihan Ganda

6, 10

5

Siswa dapat mengidentifikasi penerapan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam ranah politik dan pengambilan keputusan.

Pilihan Ganda

24

6

Siswa dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia (letak strategis, kondisi kepulauan, alam, penerimaan masyarakat, dsb).

Pilihan Ganda

11, 12, 13, 14, 15

7

Siswa dapat menentukan sikap yang tepat dalam menghadapi pengaruh budaya global dan arus globalisasi (memfilter budaya, menghindari hedonisme).

Pilihan Ganda

16, 17, 19

8

Siswa dapat mengidentifikasi istilah/konsep terkait interaksi budaya (asimilasi, akulturasi).

Pilihan Ganda

20

9

Siswa dapat mengidentifikasi sikap-sikap negatif yang menjadi tantangan keberagaman (etnosentrisme, primordialisme, chauvinisme).

Pilihan Ganda

18, 25, 48

10

Siswa dapat menjelaskan makna kesatuan dalam keberagaman dan memberikan contoh sikap konkret dalam merawat persatuan.

Uraian

51

11

Siswa dapat menyebutkan faktor penyebab keberagaman dan menentukan sikap pelajar dalam menghadapi budaya global.

Uraian

52

B. Materi Pokok: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

No

Kompetensi / Indikator Soal

Bentuk Soal

Nomor Soal

12

Siswa dapat menjelaskan arti kata negara secara etimologis.

Pilihan Ganda

26

13

Siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk sebuah negara (konstitutif dan deklaratif) beserta pengertiannya.

Pilihan Ganda

27, 28, 29, 31

14

Siswa dapat menjelaskan cakupan wilayah umum suatu negara secara teoretis.

Pilihan Ganda

30

15

Siswa dapat menunjukkan landasan hukum (pasal dalam UUD NRI Tahun 1945) yang mengatur tentang wilayah negara dan bentuk negara kesatuan.

Pilihan Ganda

32, 38, 41

16

Siswa dapat menjelaskan makna negara kepulauan yang berciri Nusantara.

Pilihan Ganda

33

17

Siswa dapat mengidentifikasi batas-batas wilayah darat Indonesia dengan negara tetangga.

Pilihan Ganda

34

18

Siswa dapat membedakan batas-batas hukum wilayah perairan (Laut Teritorial, ZEE) dan udara.

Pilihan Ganda

35, 36, 37

19

Siswa dapat menganalisis makna konseptual NKRI dan sistem desentralisasi (otonomi daerah).

Pilihan Ganda

39, 40

20

Siswa dapat memahami konsep Wawasan Nusantara terkait kesatuan wilayah.

Pilihan Ganda

42

21

Siswa dapat membedakan urusan pemerintahan daerah dengan urusan absolut pemerintah pusat.

Pilihan Ganda

43

22

Siswa dapat mengidentifikasi sikap dan tindakan dalam upaya mempertahankan keutuhan wilayah NKRI (Nasionalisme, Patriotisme, Bela Negara).

Pilihan Ganda

44, 46

23

Siswa dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk ancaman terhadap keutuhan NKRI dari dalam negeri.

Pilihan Ganda

45

24

Siswa dapat memahami konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Pilihan Ganda

47

25

Siswa dapat menganalisis tujuan dari pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dan pulau terluar.

Pilihan Ganda

49

26

Siswa dapat mengidentifikasi landasan konstitusional tentang hak dan kewajiban warga negara dalam pembelaan negara.

Pilihan Ganda

50

27

Siswa dapat menjelaskan pengertian negara beserta unsur-unsur konstitutif dan deklaratifnya.

Uraian

53

28

Siswa dapat menjelaskan pembagian cakupan wilayah NKRI dan menganalisis alasan pemilihan bentuk Negara Kesatuan.

Uraian

54

29

Siswa dapat menganalisis tantangan menjaga keutuhan NKRI saat ini serta menyebutkan tindakan nyata siswa/pelajar dalam menjaga keutuhan tersebut.

Uraian

55

 51. Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) merupakan kekayaan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Jelaskan apa makna "kesatuan dalam keberagaman" dalam bingkai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta berikan 3 contoh sikap konkret yang dapat dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk merawat persatuan di tengah perbedaan tersebut!

Jawaban:

Makna "Kesatuan dalam Keberagaman": Makna dari kesatuan dalam keberagaman adalah bahwa meskipun bangsa Indonesia memiliki berbagai macam latar belakang suku, agama, ras, bahasa daerah, adat istiadat, dan golongan, semuanya tetap merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan sebagai bangsa Indonesia. Keberagaman bukanlah alasan untuk berpecah belah, melainkan kekayaan bangsa yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain di bawah payung NKRI. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa perbedaan harus dipandang sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang mempersatukan, bukan memisahkan.

3 Contoh Sikap Konkret Merawat Persatuan:

1) Sikap Toleransi dan Saling Menghormati: Menghormati tetangga yang sedang melaksanakan ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing tanpa mengganggu jalannya ibadah tersebut.

2) Gotong Royong Tanpa Diskriminasi: Aktif berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan RT/RW tanpa membeda-bedakan suku, asal-usul, maupun status sosial tetangga sekitar.

3) Mengutamakan Musyawarah: Menyelesaikan setiap masalah atau perbedaan pendapat di masyarakat melalui jalan musyawarah untuk mencapai mufakat demi kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

52. Masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial dan budaya dari waktu ke waktu. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keberagaman dan perubahan sosial di Indonesia! Serta bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pelajar kelas 7 dalam menghadapi tantangan pengaruh budaya global agar tidak kehilangan identitas budaya lokalnya?

Jawaban:

Faktor Penyebab Keberagaman dan Perubahan Sosial di Indonesia:

1) Letak Strategis Wilayah Indonesia: Indonesia berada di antara dua samudra (Hindia dan Pasifik) dan dua benua (Asia dan Australia), menjadikannya jalur perdagangan internasional yang memudahkan masuknya berbagai pengaruh kebudayaan asing.

2) Kondisi Negara Kepulauan: Ribuan pulau yang terpisah menciptakan isolasi geografis, sehingga setiap masyarakat di pulau tersebut mengembangkan kebudayaan dan adat istiadatnya masing-masing secara unik.

3) Perbedaan Kondisi Alam: Perbedaan iklim, kesuburan tanah, dan bentang alam (pantai, pegunungan, dataran rendah) memengaruhi mata pencaharian, makanan pokok, pakaian adat, hingga bentuk rumah masyarakat setempat.

4) Faktor Perubahan Sosial: Perkembangan teknologi, penemuan baru, masuknya globalisasi, pergeseran nilai-nilai sosial, serta terjadinya interaksi antarbudaya yang intensif.

Sikap Pelajar Menghadapi Pengaruh Budaya Global: Seorang pelajar harus memiliki sikap yang bijaksana dan selektif dengan cara:

1. Menyaring (Memfilter) Budaya Asing: Hanya menerima pengaruh asing yang bersifat positif (seperti disiplin, penguasaan iptek, dan etos kerja) serta menolak budaya asing yang bertentangan dengan Pancasila dan norma kesopanan (seperti konsumerisme, hedonisme, dan pergaulan bebas).

2. Melestarikan Budaya Lokal: Bangga memakai produk dalam negeri (seperti batik), mempelajari bahasa daerah, atau mempelajari kesenian tradisional setempat.

3. Memperkuat Literasi Digital: Menggunakan media sosial untuk mengenalkan dan mempromosikan keindahan budaya lokal Indonesia ke tingkat nasional maupun global.

53. Sebuah wilayah dapat diakui sebagai suatu negara jika memenuhi syarat-syarat tertentu. Jelaskan apa yang dimaksud dengan negara, serta sebutkan dan jelaskan unsur-unsur terbentuknya negara secara konstitutif dan deklaratif!

Jawaban:

v Makna Negara: Negara adalah suatu organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki pemerintahan yang berdaulat, dan diakui secara hukum untuk mengatur ketertiban dan kesejahteraan bersama.

v Unsur-Unsur Terbentuknya Negara: Secara umum, unsur terbentuknya negara dibagi menjadi dua, yaitu unsur konstitutif (mutlak ada) dan unsur deklaratif (tambahan/pengakuan):

1. Unsur Konstitutif (Mutlak):

a. Rakyat (Penduduk): Sekelompok orang yang hidup bersama, menetap, dan tunduk pada aturan hukum di negara tersebut.

b. Wilayah: Tempat atau ruang hidup (ruang hidup/lebensraum) bagi rakyat yang meliputi daratan, lautan, dan udara di atasnya dengan batas-batas yang jelas secara hukum.

c. Pemerintahan yang Berdaulat: Adanya badan atau lembaga yang memegang kekuasaan tertinggi untuk mengatur kehidupan bernegara, baik ke dalam (mengatur rakyatnya) maupun ke luar (menjaga kedaulatan dari ancaman luar).

2. Unsur Deklaratif (Tambahan):

Ø Pengakuan dari Negara Lain: Pengakuan secara hukum (de jure) maupun fakta (de facto) bahwa negara tersebut telah lahir dan berhak menjalin hubungan kerja sama internasional dengan negara-negara lain di dunia.

54. Berdasarkan Pasal 25A UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia ditegaskan sebagai Negara Kepulauan (Archipelagic State). Jelaskan pembagian cakupan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara hukum, serta kemukakan alasan mendasar mengapa para pendiri bangsa memilih bentuk "Negara Kesatuan" dibandingkan bentuk negara serikat (federal)!

Jawaban:

i. Cakupan Wilayah NKRI secara Hukum: Wilayah NKRI terdiri dari tiga dimensi utama yang diatur dalam hukum nasional dan konvensi internasional (seperti UNCLOS 1982):

a) Wilayah Daratan: Wilayah permukaan bumi berupa daratan (pulau-pulau besar dan kecil) yang dibatasi oleh batas alam (sungai, gunung) atau batas buatan (patok batas negara dengan Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini).

b) Wilayah Perairan/Lautan: Meliputi Laut Teritorial (12 mil laut dari garis pangkal), Zona Ekonomi Eksklusif/ZEE (200 mil laut), dan Landas Kontinen. Sebagai negara kepulauan, lautan di antara pulau-pulau bukanlah pemisah, melainkan pemersatu wilayah darat kita.

c) Wilayah Udara: Ruang udara di atas wilayah darat dan wilayah laut teritorial negara Indonesia yang kedaulatannya diatur secara eksklusif oleh hukum internasional.

d) Wilayah Ekstrateritorial: Tempat yang menurut hukum internasional diakui sebagai wilayah suatu negara meskipun letaknya di luar batas wilayah negara tersebut (misalnya kantor Kedutaan Besar RI di luar negeri dan kapal perang berbendera Indonesia di laut lepas).

ii. Alasan Memilih Bentuk "Negara Kesatuan": Para pendiri bangsa (Founding Fathers) memilih bentuk Negara Kesatuan karena:

a. Karakteristik Bangsa yang Majemuk: Bentuk kesatuan dinilai paling cocok untuk menyatukan keberagaman suku, budaya, adat, dan agama agar tidak terkotak-kotak dalam negara-negara bagian yang rawan memicu perpecahan.

b. Menghindari Perpecahan (Separatisme): Bentuk federal/serikat dikhawatirkan akan melemahkan posisi pusat dan memberikan celah bagi wilayah-wilayah tertentu untuk memisahkan diri atau dipecah belah oleh kekuatan kolonial (politik devide et impera).

c. Semangat Sumpah Pemuda 1928: Komitmen luhur bangsa untuk bertumpah darah yang satu, berbangsa yang satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yang satu, yaitu Indonesia.

55. Menjaga keutuhan wilayah NKRI bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan kewajiban seluruh warga negara, termasuk para pelajar. Tuliskan analisis Anda mengenai apa saja tantangan nyata (baik internal maupun eksternal) yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayahnya saat ini, serta sebutkan 4 tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh siswa kelas 7 untuk ikut serta menjaga keutuhan NKRI!

Jawaban:

i. Analisis Tantangan Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI:

A. Tantangan Internal (dari dalam negeri):

1. Adanya paham radikalisme dan gerakan separatisme yang ingin memisahkan diri dari NKRI (misalnya konflik di wilayah Papua).

2. Maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian bermotif SARA di media sosial yang dapat memicu konflik horizontal antarwarga.

3. Kesenjangan sosial-ekonomi antardaerah, terutama di wilayah perbatasan, terpencil, dan pulau-pulau terluar yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.

B. Tantangan Eksternal (dari luar negeri):

1. Pelanggaran batas wilayah kedaulatan oleh kapal-kapal asing, khususnya pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah Laut Natuna Utara.

2. Ancaman non-militer berupa penyelundupan narkoba, perdagangan manusia (human trafficking), serta infiltrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter Pancasila.

v 4 Tindakan Nyata Siswa Kelas 7 untuk Menjaga Keutuhan NKRI:

1. Belajar dengan Sungguh-Sungguh: Meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan agar menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter Pancasila.

2. Menghindari Perundungan (Bullying) di Sekolah: Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, latar belakang ekonomi, serta menciptakan suasana belajar yang harmonis dan damai.

3. Bijak Menggunakan Media Sosial: Tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), menghindari ujaran kebencian, dan selalu menyebarkan konten bermuatan positif yang mempererat persatuan bangsa.

Mengikuti Upacara Bendera dengan Khidmat: Menunjukkan rasa cinta tanah air, menghormati jasa para pahlawan, serta menjaga disiplin nasional melalui partisipasi aktif dalam kegiatan upacara bendera di sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar