Jumat, 29 Mei 2026

KISI-KISI Pendidikan Pancasila Kelas 8 Semester Genap Tahun 2026

 

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas / Semester : VIII (Delapan) / Genap (Asumsi) Jumlah Soal : 55 Soal Bentuk Soal : 50 Pilihan Ganda (PG), 5 Uraian (Essay) Kurikulum : Merdeka / K-13 (Disesuaikan)

A. MATERI: KEARIFAN LOKAL DAN BUDAYA NASIONAL

No

Kompetensi Dasar / Materi Pokok

Indikator Soal

Level Kognitif

Bentuk Soal

No. Soal

1

Kearifan Lokal

Fungsi dan pelestarian kearifan lokal

Disajikan pernyataan, peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi utama pelestarian kearifan lokal di tengah arus globalisasi/modernisasi.

L1 / C2

PG

1, 6

2

Kearifan Lokal

Nilai dan tradisi masyarakat

Peserta didik dapat mengidentifikasi nilai yang terkandung dalam kearifan lokal tertentu (seperti gotong royong/mapalus).

L1 / C2

PG

3

3

Kearifan Lokal

Pengertian tradisi

Peserta didik dapat mendefinisikan pengertian dari kebiasaan sosial yang dilakukan secara turun-temurun.

L1 / C1

PG

4

4

Kearifan Lokal

Bentuk kearifan lokal

Disajikan beberapa pernyataan, peserta didik dapat menganalisis dan menentukan contoh tradisi/kearifan lokal asli Indonesia.

L2 / C3

PG

5, 22

5

Budaya Nasional

Pembentukan budaya nasional

Peserta didik dapat menjelaskan hubungan antara kebudayaan daerah dan proses terbentuknya kebudayaan nasional.

L1 / C2

PG

7, 10, 12, 18, 19

6

Budaya Nasional

Landasan Hukum

Peserta didik dapat menyebutkan pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 yang mengatur tentang kebudayaan nasional.

L1 / C1

PG

8

7

Budaya Nasional

Peran sebagai pemersatu bangsa

Disajikan contoh kasus (seperti penggunaan bahasa, batik, lagu daerah), peserta didik dapat menganalisis fungsi budaya nasional sebagai alat pemersatu bangsa dan identitas nasional.

L2 / C3

PG

11, 13, 14, 16, 20, 24

8

Budaya Nasional

Nilai-nilai Pancasila

Peserta didik dapat mengidentifikasi sumber utama dari nilai-nilai kebudayaan nasional Indonesia.

L1 / C2

PG

21

9

Pelestarian Budaya

Sikap generasi muda

Disajikan ilustrasi arus globalisasi/budaya asing, peserta didik dapat menentukan sikap dan tindakan nyata yang paling tepat dalam menjaga dan melestarikan budaya nasional.

L2 / C3

PG

2, 9, 17, 23, 25

10

Pelestarian Budaya

Ancaman terhadap budaya

Peserta didik dapat mengidentifikasi sikap yang dapat merusak persatuan (contoh: etnosentrisme).

L1 / C2

PG

15

11

Kearifan Lokal (Uraian)

Peserta didik dapat menganalisis alasan pentingnya melestarikan tradisi lokal, dampak jika diabaikan, serta memberikan contoh konkret kearifan lokal.

L3 / C3

Uraian

51

12

Budaya Nasional (Uraian)

Peserta didik dapat menganalisis efektivitas budaya nasional sebagai alat pemersatu di tengah keberagaman suku bangsa.

L3 / C3

Uraian

52

13

Pelestarian Budaya (Uraian)

Peserta didik dapat merumuskan gagasan/peran budaya nasional sebagai jati diri agar generasi muda tidak kehilangan arah di era digital/globalisasi.

L3 / C3

Uraian

53

B. MATERI: WAWASAN NUSANTARA DALAM KONTEKS NKRI

No

Kompetensi Dasar / Materi Pokok

Indikator Soal

Level Kognitif

Bentuk Soal

No. Soal

14

Wawasan Nusantara

Pengertian dan Hakikat

Peserta didik dapat mendefinisikan pengertian Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa Indonesia.

L1 / C1

PG

26, 38

15

Wawasan Nusantara

Sejarah kewilayahan

Peserta didik dapat mengidentifikasi tonggak sejarah penting (Deklarasi Djuanda) yang menegaskan kedaulatan laut Indonesia.

L1 / C1

PG

27, 46

16

Wawasan Nusantara

Unsur dan Asas

Peserta didik dapat menyebutkan unsur-unsur dasar (Wadah, Isi, Tata Laku), aspek Trigatra/Pancagatra, dan asas (contoh: kejujuran) dari Wawasan Nusantara.

L1 / C1

PG

28, 29, 47

17

Wawasan Nusantara

Kedudukan dan Tujuan

Peserta didik dapat menentukan kedudukan Wawasan Nusantara (landasan visional) dan letak tujuan nasional dalam UUD NRI 1945.

L1 / C2

PG

30, 36, 50

18

Implementasi Wawasan Nusantara

Bidang Politik

Peserta didik dapat memberikan/menganalisis contoh nyata implementasi Wawasan Nusantara di bidang politik.

L2 / C3

PG

31, 39

19

Implementasi Wawasan Nusantara

Bidang Ekonomi

Peserta didik dapat memberikan/menganalisis contoh nyata implementasi Wawasan Nusantara di bidang ekonomi (kemerataan, pemanfaatan SDA).

L2 / C3

PG

32, 40, 43

20

Implementasi Wawasan Nusantara

Bidang Sosial Budaya

Peserta didik dapat memberikan/menganalisis sikap yang mencerminkan Wawasan Nusantara di bidang sosial budaya.

L2 / C3

PG

33, 41

21

Implementasi Wawasan Nusantara

Bidang Hankam

Peserta didik dapat menjelaskan konsep perwujudan Wawasan Nusantara dalam bidang Pertahanan dan Keamanan (Sishankamrata).

L1 / C2

PG

34, 42

22

Ancaman dan Tantangan

Era Globalisasi/Digital

Disajikan narasi era digital, peserta didik dapat mengidentifikasi ancaman nonmiliter (seperti hoaks) dan tantangan menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan.

L2 / C3

PG

35, 44, 49

23

Pentingnya Wawasan Nusantara

Pemersatu Bangsa

Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya Wawasan Nusantara dalam merawat keutuhan bangsa, serta kaitannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

L2 / C3

PG

37, 48

24

Implementasi Wawasan Nusantara

Peran Pelajar

Peserta didik dapat menentukan tindakan nyata sebagai pelajar dalam mendukung Wawasan Nusantara di lingkungan sekolah.

L2 / C3

PG

45

25

Wawasan Nusantara (Uraian)

Peserta didik dapat menganalisis dan menghubungkan pentingnya Wawasan Nusantara dalam merawat keutuhan wilayah NKRI mencakup aspek darat, laut, dan udara.

L3 / C3

Uraian

54

26

Implementasi Wawasan Nusantara (Uraian)

Peserta didik dapat memberikan contoh nyata penerapan asas-asas Wawasan Nusantara di lingkungan sekolah dan masyarakat.

L3 / C3

Uraian

55

Keterangan Level Kognitif:

L1 (Pemahaman/Pengetahuan - C1, C2): Mengingat, menjelaskan, mengidentifikasi.

L2 (Aplikasi - C3): Menerapkan, memberikan contoh, mengklasifikasi.

L3 (Penalaran - C4, C5, C6): Menganalisis, mengevaluasi, merumuskan ide/gagasan.

51. Pelestarian tradisi dan kearifan lokal merupakan fondasi utama dalam menjaga keberadaan budaya nasional. Mengapa tradisi dan kearifan lokal di berbagai daerah perlu dilestarikan secara aktif oleh generasi muda, dan apa dampaknya jika hal tersebut diabaikan? Jelaskan dengan memberikan contoh konkret kearifan lokal yang ada di Indonesia!

Jawaban: Tradisi dan kearifan lokal perlu dilestarikan secara aktif karena merupakan cikal bakal lahirnya budaya nasional. Tradisi lokal mengandung nilai-nilai luhur, norma, etika, dan cara hidup bijaksana yang telah teruji oleh waktu dalam menjaga keseimbangan alam serta keharmonisan sosial.

Jika diabaikan: Dampak buruknya adalah kepunahan kebudayaan asli, hilangnya identitas moral generasi penerus, dan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila secara tidak terkontrol (degradasi moral).

Contoh konkret: * Subak di Bali: Sistem irigasi tradisional yang menjunjung tinggi keadilan, gotong royong, dan konsep hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana).

Sasi di Maluku/Papua: Tradisi larangan mengambil hasil alam tertentu dalam jangka waktu tertentu guna menjaga kelestarian ekosistem laut atau hutan agar tidak rusak atau eksploitatif.

52. Indonesia memiliki ribuan suku bangsa dengan budaya yang berbeda-beda. Jelaskan bagaimana budaya nasional dapat berfungsi efektif sebagai alat pemersatu bangsa, dan berikan analisis situasi bagaimana keberagaman budaya justru mempererat persatuan, bukan memicu perpecahan!

Jawaban: Budaya nasional berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai kebudayaan daerah menjadi satu kesatuan yang diakui bersama. Budaya nasional lahir dari puncak-puncak kebudayaan daerah yang disepakati memiliki nilai luhur universal (seperti bahasa Indonesia, lagu kebangsaan, pakaian adat nasional seperti kebaya/batik, dan gotong royong).

Analisis Situasi: Di tengah keberagaman, budaya nasional bertindak sebagai payung pemersatu dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Ketika kita merayakan festival budaya nasional (misal: parade baju adat saat Hari Kemerdekaan), setiap suku tidak merasa tersisih melainkan merasa dihargai karena keunikan daerahnya diakui sebagai kekayaan bersama bangsa Indonesia. Hal ini memupuk rasa saling menghormati (toleransi), mengikis sikap etnosentrisme (merasa suku sendiri paling unggul), dan menumbuhkan solidaritas nasional bahwa kita adalah satu bangsa yang kaya dan kuat.

53. Di era globalisasi yang serba digital, budaya asing sangat mudah masuk dan memengaruhi pola pikir serta gaya hidup remaja. Bagaimana peran budaya nasional sebagai identitas dan jati diri bangsa agar generasi muda Indonesia tidak kehilangan arah di tengah gempuran tren global tersebut?

Jawaban: Budaya nasional berperan sebagai filter (penyaring) sosial dan kompas moral. Sebagai identitas dan jati diri bangsa, budaya nasional yang berakar pada nilai-nilai Pancasila memberikan batasan jelas tentang apa yang baik dan buruk, serta apa yang pantas dan tidak pantas diserap dari budaya luar.

Peran Nyata:

Sebagai Benteng Pertahanan Karakter: Budaya nasional mengajarkan sopan santun, keramahan, kekeluargaan, dan religiusitas. Nilai-nilai ini membentengi remaja dari gaya hidup individualistis, konsumtif, dan bebas yang tidak sesuai dengan karakter bangsa.

Pembangun Rasa Bangga (Nasionalisme): Mengetahui bahwa budaya nasional kita (seperti Batik, Wayang, Angklung, Pencak Silat) diakui dunia internasional (UNESCO) menumbuhkan rasa percaya diri (self-esteem) sebagai bangsa Indonesia, sehingga remaja tidak merasa rendah diri di hadapan tren global.

Panduan Berinteraksi: Mengarahkan generasi muda untuk melakukan penyerapan budaya asing secara selektif (mengambil teknologi dan ilmu pengetahuannya yang maju, namun membuang gaya hidup liberalnya).

54. Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis. Mengapa pemahaman tentang Wawasan Nusantara sangat penting untuk merawat keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Hubungkan penjelasanmu dengan aspek darat, laut, dan udara!

Jawaban: Pemahaman Wawasan Nusantara sangat penting karena memberikan kesadaran kolektif bahwa seluruh wilayah Indonesia—yang terdiri atas ribuan pulau, daratan, lautan, serta ruang udara di atasnya—adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

Aspek Darat: Menyadarkan kita bahwa pembangunan harus merata dari Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah pedalaman dan perbatasan, agar tidak ada ketimpangan sosial yang memicu keinginan memisahkan diri (separatisme).

Aspek Laut: Lautan dalam konteks Wawasan Nusantara bukanlah pemisah antar pulau, melainkan pemersatu dan penghubung pulau-pulau di Indonesia. Deklarasi Djuanda mempertegas bahwa laut di antara pulau-pulau kita adalah wilayah kedaulatan mutlak NKRI.

Aspek Udara: Ruang udara di atas wilayah darat dan laut kedaulatan kita wajib dijaga secara ketat dari pelanggaran asing demi menjaga kedaulatan penuh negara. Secara keseluruhan, dengan wawasan ini, setiap ancaman terhadap satu wilayah terkecil di Indonesia akan dirasakan sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa Indonesia.

55. Wawasan Nusantara tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pelaksanaan yang nyata. Sebagai seorang siswa kelas 8, berikan 3 contoh tindakan nyata pelaksanaan asas-asas Wawasan Nusantara dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan 2 contoh di lingkungan masyarakat!

Jawaban: Berikut adalah contoh tindakan nyata pelaksanaan Wawasan Nusantara bagi siswa kelas 8:

Di Lingkungan Sekolah:

Menjaga Pertemanan Tanpa Diskriminasi: Berteman dengan siapa saja di sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, latar belakang ekonomi, atau asal daerah teman (implementasi aspek sosial-budaya dan persatuan).

Aktif dalam Kegiatan Gotong Royong: Mengikuti kegiatan piket kelas, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, atau menyukseskan acara sekolah bersama-sama secara adil dan bergotong-royong.

Mengikuti Upacara Bendera dengan Khidmat: Upacara setiap hari Senin atau hari besar nasional diikuti dengan tertib sebagai wujud penghormatan terhadap simbol negara dan rasa cinta tanah air.

Di Lingkungan Masyarakat:

Mengutamakan Musyawarah untuk Mufakat: Aktif mengemukakan pendapat dan menghargai keputusan bersama saat mengikuti kegiatan organisasi remaja (seperti Karang Taruna atau RT/RW) demi kepentingan lingkungan bersama.

Membantu Tetangga yang Tertimpa Musibah: Memiliki kepedulian sosial yang tinggi dengan ikut menggalang bantuan atau membantu langsung jika ada tetangga sekitar rumah yang mengalami kesulitan tanpa memandang asal-usul mereka.